Fungsi inti menggunakan uap jenuh bertekanan tinggi untuk mencapai suhu antara [121°C] dan [134°C] yang menghancurkan bakteri, virus, dan spora.
Komponen Utama:
Ruang (baja tahan karat, kelas 316L)
Pembangkit listrik tenaga uap/boiler
Sistem vakum (pada model lanjutan)
Pengontrol logika yang dapat diprogram (PLC)
Pada tahun 1881, Charles Chamberland menemukan autoklaf medis pertama untuk laboratorium Louis Pasteur.
Tahun 1939 menandai diperkenalkannya autoklaf perpindahan gravitasi yang dikenal sebagai Kelas N.
Selama tahun 1980-an, autoklaf pra-vakum (Kelas B) muncul sebagai solusi untuk mensterilkan instrumen berongga.
2020s: Autoklaf berkemampuan IoT dengan pelacakan siklus berbasis cloud.
Perpindahan panas yang optimal selama sterilisasi membutuhkan uap untuk tetap berada dalam fase gas dan menghindari panas berlebih.
Formula Sterilisasi: [ F_0 = \int_{0}^{t} 10^{(T-T_b)/z} \, dt ] (F_0) merupakan waktu sterilisasi efektif pada suhu 121°C ((T_b)) sementara (z) adalah singkatan dari koefisien ketahanan termal yang biasanya mengukur sekitar 10°C untuk spora bakteri.
| Parameter | Kisaran Standar | Tujuan |
|---|---|---|
| Suhu | 121°C - 134°C | Mendenaturasi protein mikroba |
| Tekanan | 15 - 30 psi | Meningkatkan suhu uap |
| Waktu Pemaparan | 3 - 60 menit | Memastikan kematian patogen secara termal |
| Kedalaman Vakum | -0,7 hingga -0,9 bar | Menghilangkan udara untuk penetrasi uap |
Kesehatan:
Sterilisasi instrumen bedah (sesuai dengan AAMI ST79)
Desinfeksi alat genggam gigi (siklus 134°C/3 menit yang divalidasi)
Laboratorium:
Mendekontaminasi limbah biohazard (pedoman WHO BSL-3)
Mempersiapkan media agar (115°C/30 menit untuk mencegah karamelisasi)
Obat-obatan:
Vial dan sumbat menjalani sterilisasi melalui prosedur yang divalidasi FDA 21 CFR 211.94.
Kelas N (Pemindahan Gravitasi) mewakili model autoklaf dasar yang mensterilkan instrumen padat.
Autoklaf Kelas B (Pra-vakum) dirancang untuk mensterilkan benda-benda medis yang dibungkus maupun yang berongga sesuai dengan standar EN 13060.
Model autoklaf menengah yang memungkinkan siklus sterilisasi yang disesuaikan termasuk Kelas S.
Perbandingan Kinerja:
| Fitur | Kelas N | Kelas B |
|---|---|---|
| Metode Penghapusan Udara | Gravitasi | Pompa Vakum |
| Waktu Sterilisasi | 30-60 menit | 15-30 menit |
| Tes Bowie-Dick | Tidak Diperlukan | Ulangan Harian Wajib |
Autoklaf merupakan metode sterilisasi terbaik karena secara efektif menggabungkan panas dengan tekanan dan penetrasi uap. Autoklaf modern mempertahankan kepatuhan terhadap standar global sekaligus meningkatkan efektivitas operasional melalui sistem otomasi dan pemantauan yang canggih.
T1: Apa perbedaan autoklaf dengan panci presto?
J: Meskipun keduanya menggunakan uap di bawah tekanan, autoklaf memiliki kontrol presisi untuk suhu (± 0,5 ° C), sensor tekanan, dan sistem validasi untuk memenuhi standar sterilisasi medis.
T2: Dapatkah kertas diautoklaf? J: Kertas dapat diautoklaf, tetapi harus ditempatkan di dalam kantong sterilisasi khusus yang tahan terhadap kondisi suhu 135°C. Uap dapat tersumbat apabila kertas biasa berkerut selama proses autoklaf.
T3: Mengapa beberapa cairan meledak selama autoklaf? J: Wadah yang diisi di atas kapasitas 75% serta pelepasan tekanan yang cepat dapat menyebabkan panas berlebih. Selalu longgarkan tutupnya dan gunakan kaca borosilikat.
T4: Bagaimana jadwal perawatan untuk autoklaf? J: Setiap hari: Pemeriksaan paking pintu. Mingguan: Pembersihan ruang. Triwulanan: Kalibrasi sensor. Tahunan: Sertifikasi bejana tekan (diperlukan ASME BPVC).
T5: Bagaimana cara mengatasi masalah "Beban Basah" setelah sterilisasi? J: Tingkatkan waktu pengeringan dan evaluasi kinerja pompa vakum sambil memverifikasi operasi pemisah air. Menurut pedoman ANSI/AAMI ST79, kemasan basah harus diklasifikasikan sebagai tidak steril.
Mengapa Autoklaf Adalah Metode Sterilisasi Terbaik